Elon Musk pecat ribuan pekerja Twitter, dan pasang tarif centang biru
Penulis: Muammar Fikrie | Publikasi: 6 November 2022 - 17:38
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Elon Musk pecat ribuan pekerja Twitter, dan pasang tarif centang biru
Ilustrasi Elon Musk, orang terkaya di dunia, semakin menunjukkan sikap otoriter di Twitter, media sosial yang baru dibelinya senilai Rp683 triliun. - (Foto: Sergei Elagin/Shutterstock).

Elon Musk, orang paling tajir sejagat, telah berkuasa penuh atas Twitter lebih dari sepekan terakhir. Tidak pakai lama, pasca-akuisisi layanan mikro-blog tersebut, Musk langsung memecat ribuan karyawan. 

Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal ini berdampak pada setengah dari total karyawan Twitter yang mencapai 7.500 orang di berbagai belahan dunia.

Musk berdalih PHK tak terhindarkan sebab Twitter telah merugi setidaknya USD4 juta per hari (Rp62miliar). 

“Mengenai pengurangan karyawan Twitter yang terjadi, sayangnya tidak ada pilihan ketika perusahaan merugi lebih dari USD4 juta/hari. Semua orang yang keluar ditawari tiga bulan pesangon,” begitu kicauan tokoh yang juga dikenal sebagai bos perusahaan roket SpaceX, dan mobil listrik Tesla tersebut.

The Verge menyebut divisi-divisi yang paling terpengaruh dalam pemangkasan pekerja ini ialah tim keamanan produk, komunikasi, kurasi kicauan, ilmu data, riset dan penelitian, hingga machine learning.

Perubahan Twitter tak hanya terjadi di sisi kekaryawanan. Musk juga mulai merealisasikan ide-idenya di aspek teknologi.

Menurut laporan Reuters, sepekan setelah akuisisi USD44 miliar (Rp683 triliun), Twitter mulai menagih sekitar USD7,99 (Rp125 ribu) untuk lencana centang biru. Lencana verifikasi berbayar ini mulai dicoba di sejumlah negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.

Teranyar, Musk menjanjikan untuk menambah fitur teks panjang di Twitter. Padahal, selama ini Twitter dikenal sebagai layanan mikro-blog, yang memberi keunikan pada pesan pendek seperti suara cuit-cuit burung.

Musk juga akan memberikan kesempatan bagi para konten kreator untuk melakukan monetisasi via Twitter.

Protes pada Musk 

Elon Musk kerap digambarkan oleh media barat sebagai sosok hartawan congkak yang mendukung kebebasan berpendapat pada titik ekstrem. Atas nama kebebasan berpendapat, ia bisa mengabaikan ujaran kebencian--bahkan bila itu mengancam nyawa manusia.

Ia pun berencana mengembalikan akun Twitter milik Donald Trump, bekas presiden AS. Padahal akun Trump sudah dihapus permanen, lantaran kicauan-kicauan yang dianggap mengobarkan kebencian dan menyebabkan kerusuhan selama pemilihan presiden AS 2020. 

Aksi Musk setelah akuisisi Twitter pun ramai beroleh kecaman. Bahkan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk hak asasi manusia, Volker Turk, sampai perlu angkat suara lewat surat terbuka untuk sang hartawan.

“Saya mendesak Anda untuk memastikan hak asasi manusia menjadi sentral perhatian Twitter di bawah kepemimpinan Anda," demikian pesan Turk kepada Musk, dikutip Voice of America.

Turk sebut Twitter harus bertanggungjawab menghindari konten yang menyebar ujaran kebencian. Pasalnya, kata Turk, ujaran kebencian telah menyebar seperti api di media sosial; konsekuensinya pun “mengerikan dan mengancam jiwa.”

Sejumlah organisasi dan para pegiat hak sipil internasional telah lempar kecaman pada Musk. Kelompok ini populer dengan nama #StopToxicTwitter. Seperti dilaporkan CNBC, mereka sudah mengajak berbagai perusahaan untuk menyetop belanja iklan di Twitter. 

United Airlines, jenama maskapai penerbangan utama di Amerika, termasuk dalam lis perusahaan yang memberhentikan pembelanjaan iklan di Twitter. Hal yang sama juga dilakukan perusahaan otomotif Audy, dan General Motors.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
1
Jatuh cinta
0
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
0
Marah
1
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Nabila Nursakina, si pemilik jargon ''ikut aku aja joo'' yang viral karena kambing
Nabila Nursakina, si pemilik jargon ''ikut aku aja joo'' yang viral karena kambing
Berbekal selera humor dan ingin terlihat unik di antara yang lain, video-video unggahan Nabila di…
TUTURA.ID - Budaya antikritik di kampus mengancam kreativitas mahasiswa
Budaya antikritik di kampus mengancam kreativitas mahasiswa
Seorang mahasiswa FEB Untad mendapati nilai skripsinya anjlok. Konon nilainya berubah lantaran sebuah unggahan medsos…
TUTURA.ID - Muhammad Fakhri Fadlurrahman: Sang Pewaris Benteng Ahmad Ali
Muhammad Fakhri Fadlurrahman: Sang Pewaris Benteng Ahmad Ali
Pada usia 23 tahun, Faiz memimpin holding company, mengurusi berbagai unit usaha. Kepada Tutura.Id,…
TUTURA.ID - Budi Hi. Lolo: Ingin mendatangkan artis luar negeri konser di Palu
Budi Hi. Lolo: Ingin mendatangkan artis luar negeri konser di Palu
Ketua Backstagers Indonesia Sulteng membagikan pandangannya terkait iklim bisnis pertunjukan di Bumi Tadulako.
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng