Black Panther: Wakanda Forever yang sangat sentimentil
Penulis: Robert Dwiantoro | Publikasi: 13 November 2022 - 14:19
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Black Panther: Wakanda Forever yang sangat sentimentil
Film Black Panther: Wakanda Forever jadi persembahan spesial untuk Chadwick Boseman (Foto: Marvel Studios)

Peringatan; tulisan ini mengandung bocoran cerita alias spoiler

Sekuel film Black Panther dengan subjudul Wakanda Forever akhirnya rilis secara luas. Publik di Indonesia bisa menyaksikannya di jaringan bioskop tanah air sejak 9 November 2022.

Penutup fase keempat Marvel Cinematic Universe (MCU) itu memang sangat dinantikan. Bahwa petualangan Raja Wakanda pasti berlanjut, laiknya Iron Man, Thor, Captain America, atau Ant-Man, sebenarnya sudah diprediksi sejak jauh hari.

Hanya saja sempat ada masa ketika para penggemar—termasuk sineas dan para pemain—meragukan kelanjutan proyek ini setelah meninggalnya Chadwick Boseman dua tahun silam.

Figur Boseman sang pemeran  T'Challa alias Black Panther kadung akrab di mata para penggemar. Ketiadaannya membuat Kevin Fiege, bos besar Marvel Studio, dan Ryan Coogler selaku sutradara dan penulis naskah berada dalam posisi dilematis.

Pasalnya usai perilisan Black Panther pada 2018, Coogler sudah menyatakan kesediaan kembali bergabung memproduksi sekuel. Sementara Michael Greene, agen Boseman, kabarnya juga telah menandatangani kontrak untuk kliennya yang siap membintangi dua sekuel Black Panther lagi.

Takdir ternyata membawa ceritanya sendiri. Boseman diumumkan meninggal karena menderita kanker usus besar.

Sebuah kabar kehilangan mendalam yang terpaut hanya sebulan setelah Feige mengumumkan bahwa sekuel Black Panther sudah dalam tahap pengembangan naskah.

Agar proyek yang jadi salah satu warisan terbesar Boseman ini bisa terus berlanjut, Coogler bersama Joe Robert Cole merombak ulang naskah yang sudah ditulis setengah jalan.

Mencari aktor lain yang memerankan T'Challa tidak masuk dalam opsi mereka. Pun penggunaan teknologi digital untuk menggantikan sosok Boseman laiknya mendiang Paul Walker dalam Furious 7 (2015).

***

Wakanda Forever menyajikan aksi pertarungan di darat, udara dan laut berbalut kecanggihan teknologi.

Semua karena tersiarnya kabar bahwa Wakanda adalah negeri dengan kandungan logam vibranium melimpah. Kostum Black Panther dan perisai ikonik Captain Amerika terbuat dari logam ini.

Alhasil banyak pihak dan negara yang berusaha menyusup ke Wakanda untuk mencuri logam tersebut, termasuk AS. Namun, berbekal kecanggihan teknologi dan ketangguhan Dora Milaje, pasukan keamanan elite Wakanda yang dipimpin oleh Jenderal Okoye, Ratu Ramonda yang kini duduk memimpin menggantikan mendiang puteranya berhasil menggagalkannya.

Gagal mencuri vibranium di Wakanda, Pemerintah AS mengerahkan CIA dan Navy SEALs untuk menjelajahi area lain demi mendapatkan sumber daya mineral berharga tersebut.

Berbekal alat pendeteksi bikinan Riri Williams, mahasiswi berumur 19 tahun yang kuliah di Massachusetts Institute of Technology, ekspedisi mengarahkan mereka menyelami jauh hingga ke palung Samudera Atlantik.

Ekspedisi itu sekaligus menguak tabir keberadaan Bangsa Talokan, penghuni dasar Samudera Atlantik yang dipimpin oleh K'uk'ulkan alias Namor. Sebenarnya bangsa penghuni laut ini telah berabad-abad lamanya tak pernah ingin ikut campur urusan dunia permukaan (daratan).

Semua berubah ketika manusia-manusia tamak datang hendak menguasai vibranium di daerah mereka. Namor menyalahkan Wakanda. Untuk menebus kesalahan tersebut ia meminta Ratu Ramonda dan Shuri segera menangkap Riri Williams yang dianggap sebagai biang kerok.

Namor pemimpin bangsa Talokan yang mendiami dasar Samudera Atlantik (Foto: Marvel Studios)

Wakanda versus Talokan

Boleh dibilang kehadiran Riri Williams menjadi benang merah konflik dalam sekuel ini. Pun jadi semacam perkenalan tentang hadirnya pahlawan super baru dalam MCU. Sosoknya dijadwalkan hadir dalam bentuk serial bertajuk Ironheart di Disney+ pada 2023.

Wakanda Forever yang berjalan selama 2 jam 41 menit, terpanjang kedua di MCU setelah Endgame (3 jam 1 menit), membuat film ini tersaji dalam tempo pelan diiringi beberapa adegan kilas balik.

Coogler yang berkibar lewat Fruitvale Station dan Creed coba menggali lebih dalam sisi drama para tokoh utama dalam film ini. Beberapa adegan cukup menguras emosi dan air mata.

Transformasi perjalanan karakter Shuri dan Namor, dua tokoh utama dalam film ini, juga terjabarkan dengan baik. Penonton akhirnya bisa merasakan keterkaitan emosional dan mengetahui motivasi dari tindakan mereka berdua.

Akting Angela Bassett sebagai Ratu Ramonda juga patut mendapat acungan jempol. Pada satu sisi ia harus terlihat tegar sebagai pemimpin, sementara kapasitasnya sebagai ibu di sisi yang lain justru sebaliknya; rapuh dan terluka.

Kematian Ratu Ramonda di tangan Namor membuat konflik atau peperangan antara Bangsa Wakanda melawan Talokan akhirnya tak terhindarkan lagi.

Shuri dengan kejeniusannya berhasil membangkitkan kembali Black Panther sehingga ikut mewarisi semua kekuatan yang sebelumnya dimiliki oleh kakaknya, T’Challa.

Adapun Namor yang jadi lawannya juga punya segudang kekuatan tak kalah hebat, yakni mampu hidup di darat dan di laut, bisa terbang karena punya sayap di kaki, serta memiliki kekuatan setara dengan 1000 manusia pria di daratan. Setiap kubu juga punya pasukan tempur nan tangguh.

Walaupun masih kalah intens dengan Captain America: The Winter Soldier, adegan-adegan perkelahian yang tersaji dalam Wakanda Forever berfungsi cukup baik mengatrol tensi film di tengah kentalnya balutan drama.

Penggunaan ilustrasi musik karya Ludwig Göransson melengkapi visual dengan sangat bermakna. Setiap perpindahan adegan dari Wakanda ke Talokan begitu terasa karena masing-masing punya komposisi musik yang kontras.

Begitu juga saat momen-momen drama yang sangat emosional. Terasa makin sentimentil. Perasaan yang bahkan sudah hadir lamat-lamat sejak adegan pembuka saat fragmen meninggalnya T'Challa.

Alhasil keputusan menjadikan Wakanda Forever sebagai penutup fase keempat MCU jadi tak perlu dipertanyakan.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
3
Jatuh cinta
0
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
0
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Menyemai sineas muda di kalangan pelajar Sulawesi Tengah
Menyemai sineas muda di kalangan pelajar Sulawesi Tengah
Pelaksanaan Festival Film Pelajar Sulteng 2024 telah memasuki tahap roadshow. Sinekoci akan mengunjungi beberapa sekolah…
TUTURA.ID - Retret menikmati keelokan sepotong surga yang mengambang di Teluk Tomini
Retret menikmati keelokan sepotong surga yang mengambang di Teluk Tomini
Menyisihkan waktu untuk retret di Kepulauan Togean tak pernah mengecewakan. Keindahan panoramanya selalu menggoda untuk…
TUTURA.ID - Festival Film Pelajar Sulteng bangkit lagi
Festival Film Pelajar Sulteng bangkit lagi
Festival Film Pelajar Sulteng akhirnya dibangunkan lagi dari tidur panjangnya. Karya siswa SMKN 1 Sigi…
TUTURA.ID - Kesederhanaan Sri Asih jadi kelebihan sekaligus kelemahan
Kesederhanaan Sri Asih jadi kelebihan sekaligus kelemahan
Kemunculan film Sri Asih berhasil mematri pencapaian sineas kita dalam menggarap genre film pahlawan super…
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng