Jalan-Jalan ke Taman Paskah: Saksikan perjalanan Yesus dalam miniatur
Penulis: Mughni Mayah | Publikasi: 11 April 2023 - 16:32
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Jalan-Jalan ke Taman Paskah: Saksikan perjalanan Yesus dalam miniatur
Salah satu Taman Paskah dengan replika Yesus di kayu salib. Taman ini diperlombakan dalam perayaan Paskah Jemaat GKST Immanueal Palu. (Foto: Mugni Mayah)

Tanah lapang milik Gereja Kristen Sulawesi-Tengah (GKST) Immanuel Palu yang sehari-harinya kosong kini “bernyawa” setelah disulap menjadi Taman Paskah. Lokasi itu tampak semarak dengan kehadiran 19 taman mini di dalamnya.

Sabtu malam, 8 April 2023, Tutura.Id berkesempatan menyinggahi Taman Paskah yang berlokasi di Jalan Prof. Muh. Yamin, Kota Palu itu. Banyak orang yang hadir di sana, tua maupun muda.

Saat memasuki pintu masuk, tiruan kayu salib tampak tegak berdiri, dan menjulang tinggi ke langit malam yang gelap. Kelap-kelip lampu-lampu dari lentera, nyala obor jadi penerang di taman-taman itu.

Di antara taman, terlihat beberapa kelompok orang bernyanyi lagu rohani. Beberapa lainnya asyik memotret keindahan taman, hingga berswafoto mengabadikan momen bersama orang terdekat.

Adapun taman mini yang dibangun berkelompok itu memiliki ukuran lahan tiga kali lima meter. Setiap taman dihiasi berbagai miniatur di dalamnya. Pada masing-masing taman, ada tiga tiruan kayu salib. Di tengah, ada kayu salib yang sengaja dibuat lebih tinggi. Pada kayunya tertuliskan "INRI", singkatan dari Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum yang berarti “Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi".

Sebagai pembeda dari satu kelompok pembuat taman dengan lainya, para pengurusnya memakai dress code yang berbeda-beda. Saat Tutura.Id berkunjung ada kelompok yang kompak pakai baju serba putih, pakaian serba hitam, dan kostum berwarna merah. Namun ada pula yang memilih aneka warna lain.

Taman Paskah pertama di Kota Palu

Taman Paskah telah mengakar pada tradisi umat Kristen di seluruh dunia. Di Indonesia, beberapa wilayah dengan warga mayoritas Kristen kerap membuat Taman Paskah untuk memeriahkan sukacita Paskah. Misalnya di Sulawesi Utara.

Di Kota Palu, keberadaan Taman Paskah jadi terasa istimewa lantaran untuk pertama kali digelar dan diperlombakan. Jemaat Gereja Immanuel Palu menjadi pelopornya. 

Wakil Walikota Palu, Reni Lamadjido saat mengunjungi Taman Paskah. Dia memberi apresiasi terhadap kreativitas yang ditunjukkan oleh jemaat.(Foto: Mugni Mayah)

Ketua Jemaat Immanuel Palu, Pendeta Salmon Rarea mengatakan bahwa perayaan Paskah kali ini memang terasa sepesial bagi umat kristen di Palu. Pasalnya, tahun ini untuk pertama kalinya Paskah digelar secara luas di Kota Palu. Bahkan sebelum tahun-tahun bencana pandemi Covid-19 melanda, di Sulteng, Taman Paskah biasanya hanya terlaksana di beberapa daerah lain, seperti Kabupaten Poso.

Dia menerangkan pembuatan Taman Paskah itu menjadi salah satu dari berbagai rangkaian kegiatan Paskah yang pada jatuh pada 9 April 2023. Pembeda utamanya ada pada Taman Paskah dan perlombaannya.

Perlombaan membuat Taman Paskah itu, terang Salmon sebagai tanda untuk mengenang penderitaan penyaliban Sang Yesus Kristus hingga kebangkitan-Nya ke surga.

"Setelah Yesus bangkit, itulah yang dinamakan Paskah. Berarti Yesus telah melewati kematian," terangnya.

Salmon menjelaskan Taman Paskah ini adalah replika yang merepresentasikan sebuah peristiwa penting dalam perjalanan Yesus. Dari awal penangkapan-Nya bukit Getsemani, hingga puncak penderitaan-Nya saat disalib dan menghadapi kematian di bukit Golgota.

Dalam perayaan Paskah kali ini, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajukan tema “Ia Mendahului Kamu ke Galilea, Jangan takut," kepada anggota PGI di Sulteng. Tema tersebut diambil dari salah satu bunyi ayat dalam Kitab Suci umat Kristen, yakni Matius 28:7,10.

Bentuk Kreativitas Umat Kristen

Sebagaimana dijelaskan oleh Salmon, perlombaan Taman Paskah ini melibatkan 19 kelompok. Tiap taman merupakan representasi dari kreativitas jemaat gereja dalam memaknai peristiwa Paskah.

Olehnya, dibentuk dewan juri yang ditugaskan khusus untuk menilai Taman Paskah. Para juri akan berkeling-keling dari satu taman ke taman lain untuk melakukan penilaian.

Tim dewan juri saat melakukan penilaian. Mereka berkeliling ke 19 taman dan memeriksa dengan seksama.(Foto: Mugni Mayah)

Mendahului pada juri, Wakil Walikota Palu, Reni A Lamadjido ikut pula meninjau area Taman Paskah tersebut.

Sorak-sorakan, tepuk tangan, dan nyanyian menambah kemeriahan penyambutan Wawali Reni. Secara singkat, ketua kelompok menjelaskan miniatur apa saja yang di dalamnya. Reni pun tampak terkagum-kagum dengan kreativitas yang ditunjukkan oleh masing-masing kelompok.

"Luar biasa acara ini sangat ramai. Semoga tahun depan bisa kembali terlaksana," ujar Reni dalam sambutannya.

Sejatinya, Taman Paskah itu berjumlah 21 taman, namun namun dua kelompok lainnya mengundurkan diri. Maka ada 19 taman dibuat atas kerja sama 50-100 KK per kelompok,  yang merupakan kelompok Jemaat GKST Immanuel Palu.

Salah satu ketua kelompok peserta lomba Taman Paskah, Stovan mengungkapkan bahwa pembuatan taman itu membutuhkan waktu dua hari. Meski begitu, Stovan dan timnya sudah mempersiapkan seminggu sebelum hari penilaian.

Dia mengungkapkan gembira bisa terlibat dalam lomba ini. Lebih-lebih, Paskah kali ini bisa dirayakan kembali bersama para jemaat gereja. "Hari ini bisa kita ikut bersama-sama. Di tahun-tahun sebelumnya belum ada perayaan seperti ini karena Covid-19," tutur Stovan.

Paskah di Tengah Ramadan

Pelaksanaan lomba Taman Paskah sudah berlangsung sejak 3 April lalu. Namun puncak keramaianya terjadi pada  8 April malam. Bertepatan dengan penialian lomba.

Kegiatan itu berlangsung meriah tanpa ada gangguan keamanan. Jemaat GKST juga mengundang Front Pemuda Kaili (FPK)--yang beragama Islam--untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama perlombaan Taman Paskah.

Salah satu ketua kelompok Taman Paskah, Stovan berfoto bersama timnya yang sukses bekerja sama mewujudkan Taman Paskah.(Foto: Mugni Mayah)

Paskah tahun ini juga terbilang istimewa, sebab bertepatan dengan bulan Ramadan. Panitia lomba juga tidak membatasi umat lainnya untuk datang melihat keindahan Taman Paskah.

Dalam pantauan Tutura.Id, terlihat beberapa pengujung muslim yang berhijab ikut menyaksikan keindahan Taman Paskah. Beberapa kelompok lomba pun mengaku dalam pembuatan Taman Paskah dibantu oleh teman muslimnya.

“Dengan adanya Taman Paskah ini, kita bisa saling silaturahmi dengan sesama jemaat maupun luar jemaat. Semua orang juga bersuka cita di hari Paskah," tutur Pendeta Salmon mengakhiri perbincangan.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
16
Jatuh cinta
4
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
0
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Aksi sang penakluk api di Kota Palu
Aksi sang penakluk api di Kota Palu
Menjadi petugas pemadam kebakaran bukan perkara gampang. Pun demikian, sebagian warga tetap saja memberikan respons…
TUTURA.ID - Anca Lamakarate menyongsong debat terbuka antara pasangan calon wali kota Palu
Anca Lamakarate menyongsong debat terbuka antara pasangan calon wali kota Palu
Andi Nur B. Lamakarate, pasangan Hidayat dalam pemilihan wali kota Palu, berharap KPU Kota Palu…
TUTURA.ID - Ragam tradisi warga Palu  sambut Ramadan
Ragam tradisi warga Palu sambut Ramadan
Ada empat tradisi warga Palu menyambut Ramadan 1444 Hijriah. Selain menyemarakan suasana, tradisi ini untuk…
TUTURA.ID - Melihat lebih dekat transformasi wajah, fasilitas, dan layanan Perpustakaan Kota Palu
Melihat lebih dekat transformasi wajah, fasilitas, dan layanan Perpustakaan Kota Palu
Kota Palu kini sudah punya gedung perpustakaan yang representatif di lokasi yang baru. Apakah fasilitas…
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng