Mengantisipasi gangguan geng motor selama Ramadan
Penulis: Robert Dwiantoro | Publikasi: 15 Maret 2024 - 12:00
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Mengantisipasi gangguan geng motor selama Ramadan
Dua anggota tim Blue Light Patrol Polresta Palu sedang bercengkerama dengan warga di salah satu jalan di Kota Palu | Foto: Humas Polresta Palu

Menjadi kelaziman intensitas masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah meningkat selama bulan Ramadan, terutama dari sore hari hingga pagi hari berikutnya.

Pelbagai aktivitas di luar rumah yang lazim ditemui kala Ramadan, antara lain berburu takjil dan membagikannya di tepi jalan, buka puasa bersama, salat tarawih, hingga tradisi membangunkan orang untuk menikmati makan dini hari (sahur).

Ada lagi yang namanya aktivitas sahur on the road, di mana sekelompok orang menikmati dan membagikan sahur di jalanan.

Hanya saja, beragam kegiatan selama bulan puasa itu tak bisa dinikmati secara aman oleh publik Kota Palu, terutama saat malam menjelang subuh. Penyebabnya lantaran kembali maraknya aksi geng motor di ibukota Sulteng ini.

Tak sekadar menimbulkan keributan, kegiatan para kelompok pemotor tersebut juga bikin khawatir karena mereka kerap membawa senjata tajam.

Misalnya, kala anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palu berpatroli di sekitar Jalan Cenderawasih, Tanamodindi, Mantikulore (13/1/2024), para petugas berhasil membubarkan pertemuan sejumlah geng motor.

Dalam pengamanan itu, aparat meringkus 96 anggota geng motor, 67 unit sepeda motor, delapan busur termasuk ketapel, dua buah pisau, sebilah parang, dan satu grip hand.

Bukannya jadi pembelajaran bagi kelompok lain, para geng motor bersenjata ini terus bermunculan ke permukaan bak cendawan di musim hujan.

Hanya kurun sebulan sesudah penangkapan hampir seratusan anggota geng motor sebelumnya, puluhan anggota geng motor kembali diciduk aparat di beberapa lokasi berbeda di Palu.

Pada 29 Januari 2024, giliran Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng yang ikut menertibkan aktivitas geng motor di Jalan Tombolotutu dan kawasan Jembatan Lalove. Dalam penindakan, polisi juga mengamankan empat unit sepeda motor dan sebilah sabit.

Tak berhenti sampai di situ, 24 anggota kelompok pemotor bersajam kembali menampakkan diri di kawasan Jembatan Palu I, Ujuna, Palu Barat (1/3/2024).

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sebuah parang panjang, celurit, pisau badik, ketapel busur,  gir sepeda motor, dan tiga buah mata busur. Dalam aksi itu, dikabarkan seorang anggota geng motor inisial A (19) tewas terkena tembakan lantaran menyerang petugas dengan senjata tajam.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Polresta Palu (@humas.polrestapalu)

Menyikapi potensi ancaman tersebut, Kapolresta Palu Kombes Pol. Barliansyah memerintahkan kepada kepala satuan (kasat) lalu lintas dan kasat samapta Polresta Palu, serta kepolisan sektor (Polsek) untuk meningkatkan patroli selama bulan puasa.

“Kegiatan patroli subuh ini dikenal dengan nama Blue Light Patrol atau Patroli Lampu Biru. Blue Light Patrol ini dilaksanakan oleh satuan tugas preventif (pencegahan) yang terdiri dari personel satuan lantas dan samapta Polresta Palu,” kata Barliansyah kepada Tutura.Id, Selasa (12/3/2024).

Kegiatan patroli ini, lanjut Barliansyah, menyasar aksi balap liar dan konvoi pemotor yang biasanya dilakukan kalangan remaja pada waktu dini hari. Pasalnya, aksi tersebut dinilai membahayakan warga, pengguna jalan lainnya, termasuk mengancam diri para generasi muda tersebut.

Selain langkah pengamanan di lapangan, perwira menengah berpangkat komisaris besar polisi (kombes pol) itu juga mengimbau masyarakat Kota Palu agar tak melakukan kegiatan yang berpeluang mengganggu ketertiban, keamanan, dan keselamatan terutama saat subuh.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pengolahan Informasi dan Dokumentasi (Kasubsi PIDM) Hubungan Masyarakat (Humas) Polresta Palu, I Kadek Aruna, menyebut anggota Blue Light Patrol berasal dari berbagai kesatuan. Jumlah personelnya sekitar 20-an.

“Polisi yang dilibatkan dalam patroli itu, 10 personel dari sabhara, tujuh personel satlantas, dan personel polsek jajaran Polresta Palu. Mereka berpatroli di beberapa titik rawan yang merupakan sasaran utama, mulai pukul 04.00-07.00 pagi,” ujar Kadek ketika dihubungi Tutura.Id, Selasa (12/3).

Lokasi rawan tersebut, sambung Kadek, mulai dari Jembatan Palu V alias Jembatan Lalove, kawasan Pantai Talise (eks Taman Ria hingga penggaraman), sepanjang jalan baru di belakang Universitas Tadulako (Untad), serta area jalan layang (flyover) Pantoloan.

Bintara tinggi berpangkat dua balok bergelombang perak ini juga menyebut selama bulan puasa, Polresta Palu tak hanya aktif berpatroli saat dini hari, tetapi menggencarkan cara yang sama hingga pagi dan malam hari.

Pihaknya juga menyatakan baru akan mendirikan posko pemantauan di beberapa lokasi saat operasi ketupat dimulai. Operasi ini biasanya dibentuk menjelang arus mudik hingga arus balik di masa perayaan Idulfitri.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
1
Jatuh cinta
0
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
0
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Alasan mengapa pelajar menjadi anggota geng motor dari sudut pandang psikolog dan sosiolog
Alasan mengapa pelajar menjadi anggota geng motor dari sudut pandang psikolog dan sosiolog
Terungkap banyak pelajar di Palu yang menjadi anggota geng motor. Faktor individu tak melulu jadi…
TUTURA.ID - Festival Kampung Lere perkenalkan sejarah dan kebudayaan
Festival Kampung Lere perkenalkan sejarah dan kebudayaan
Warga Kelurahan Lere berusaha mengikis trauma bencana dengan mengadakan Festival Kampung Lere.
TUTURA.ID - Upaya Bawaslu Morowali mengantisipasi sengketa Pemilu 2024
Upaya Bawaslu Morowali mengantisipasi sengketa Pemilu 2024
Aktivitas politik pada pemilu kerap berujung sengketa. Bawaslu Morowali terus berbenah dan mempersiapkan diri menghadapi…
TUTURA.ID - Figur potensial dalam bursa Pilkada Kota Palu 2024
Figur potensial dalam bursa Pilkada Kota Palu 2024
Lepas pemilihan legislatif, konsentrasi politik kian tertuju pada Pilkada. Setidaknya ada 12 nama yang kerap…
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng