Reny Lamadjido: Saya pilih berpasangan dengan Anwar Hafid
Penulis: Robert Dwiantoro | Publikasi: 24 Mei 2023 - 19:41
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Reny Lamadjido: Saya pilih berpasangan dengan Anwar Hafid
Wakil Wali Kota Palu, Reny Arniwaty Lamadjido jadi sorotan politik setelah mengaku "ingin naik kelas" dalam Pilkada 2024. | Foto: @renylamadjido/Instagram

Reny Arniwaty Lamadjido tengah bersantai di teras lantai dua rumahnya saat Tutura.Id berkunjung. Wajah perempuan berusia 60 tahun itu masih menyiratkan raut lelah. 

Selasa sore, 23 Mei 2023, Reny memang baru saja merampungkan rutinitas kantoran sebagai wakil wali kota Palu. “Silakan duduk. Saya juga baru pulang dari kantor,” katanya saat menyambut Andi Baso Djaya, Robert Dwiantoro, dan Nasrullah dari Tutura.Id.

Raut lelah pelan-pelan tersapu dari wajah Reny, begitu obrolan mulai masuk ke tema politik. Tak perlu heran, Dokter Reny--begitu sapaan karibnya--kini lebih lekat citranya sebagai insan politik. Berbeda dengan imajinya bertahun-tahun silam yang lebih dikenal sebagai dokter dan birokrat di lingkungan Pemda Sulteng.

Beberapa hari belakangan, Reny sedang jadi sorotan politik usai lempar pernyataan, “Saya Ingin naik kelas.” Pernyataan itu disampaikan Reny saat membersamai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulteng untuk mendaftarkan bakal calon legislatif ke kantor KPU Sulteng, Sabtu (13/5/2023).

Orang-orang ramai menebak arah politik Reny. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu sontak jadi buah bibir di warung kopi, dan pemberitaan media massa. Konon sosoknya bakal dipasangkan dengan Anwar Hafid, Ketua Partai Demokrat Sulteng yang juga mantan bupati Morowali dua periode. Anwar disebut sebagai calon gubernur. Sedangkan Reny jadi kandidat wakil gubernur.  

Reny pun tak menutup-nutupi hal tersebut. ”Kalau dari lubuk hati yang paling dalam, saya pilih berpasangan dengan Pak Anwar Hafid,” ujar eks kepala Dinas Kesehatan Sulteng itu. Anak mantan Gubernur Sulteng, Abdul Aziz Lamadjido ini juga memuji Anwar sebagai sosok yang dermawan, dan suka “baku sedu” (bercanda).

Adapun Anwar sudah masuk bursa pilkada Sulteng sejak bertahun-tahun silam. Pada Pilkada Sulteng 2020, Anwar gagal berlaga lantaran tak memenuhi syarat dukungan dari partai politik. Kini namanya kembali dijagokan oleh Partai Demokrat Sulteng untuk diusung sebagai kandidat Sulteng 1.

Sembari menikmati suguhan kopi susu, kudapan kue kering, dan pemandangan lansekap Teluk Palu, Reny menjawab berbagai pertanyaan Tutura.Id seputar arah politiknya dalam Pilkada 2024.

Dokter Reny membeberkan niatan politiknya dalam gelaran Pilkada serentak 2024 | Foto: Andi Baso Djaya/Tutura.Id

Anda kirim pesan politik, “saya ingin naik kelas.” Apa maksud pernyataan itu?

Hidup inikan tidak mungkin stagnan. Pasti harus meningkat. Begitu juga secara politik. Saya tidak mau sembunyikan lagi, memang Pak Anwar mau berpasangan dengan saya. 

Tapi, harus melalui banyak tahapan, seperti konsolidasi internal partai, juga antara Demokrat dan PKB. Kalau sudah deal atau dirasa klop, saya mengikuti saja keputusan partai.

Jadi “naik kelas" itu artinya maju pemilihan gubernur; bukan mengincar kursi wali kota?

Banyak yang bilang, "naik kelas" bisa sebagai wali kota. Iya memang bisa. Lagi pula, siapa yang tidak mau jadi wali kota? Tapi saya punya etika. Saya dan Pak Wali (Hadianto Rasyid) sudah berdarah-darah di Pilwalkot 2020. Tidak mungkin saya keluar, kemudian lawan beliau. Kalau komiu dikasih begitu, pasti sakit hatikan?

Cara halusnya, saya harus naik kelas. Tapi skalanya lebih luas. Haha (tertawa).

Ada rumor politik soal keretakan hubungan Anda dengan wali kota. Apakah benar sudah pecah kongsi?

Tentu tidak betul. Karena kami masih bekerjasama sampai sekarang. Hubungan kami juga harmonis. 

Cuma, beliau sepertinya punya niat naik kelas juga. Ceritanya, sama-sama mau naik kelas. Haha (tertawa).

Belakangan Anda dekat dengan Anwar Hafid. Apakah sudah merasa cocok dengan Anwar? Naik kelas jadi calon wakil gubernur?

Kalau dari lubuk hati yang paling dalam, saya lebih memilih berpasangan dengan Pak Anwar Hafid. Saya merasa sefrekuensi, dan punya visi yang sama, karena punya background yang sama sebagai birokrat.

Apa pertimbangan lain yang membuat Anda merasa cocok dengan Anwar Hafid?

Beliau (Anwar Hafid) alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN, sekarang IPDN). Punya latar sebagai pamong praja, tentu punya kekuatan dalam menata pemerintahan. 

Beliau dua periode memimpin Morowali, bersama-sama dengan Pak Marunduh, tanpa ada konflik hingga selesai masa jabatan. Saya tentu menginginkan suasana harmonis seperti itu.

Kapan menyadari Anwar Hafid berminat meminang Anda? Atau ada gelagat politik yang menunjukkan itu?

Pertama, saat acara HUT ke-21 Partai Demokrat (11 September 2022). Saya diajak naik ke panggung bersama beliau dihadapan ribuan orang di Lapangan Vatulemo. Kedua, waktu pelantikan PAC Demokrat se-Kota Palu di Sriti Convention Hall Palu. Ketiga, saat kami tampil bersama ketika turun dari pesawat di Bandara Mutiara SIS Aljufri. Itukan sempat viral juga.

Terakhir, beliau datang menemui saya di sini (kediaman Reny), dan menyatakan niat. Beliau meminta saya mendampingi dalam kontestasi Pilkada 2024.

Sejak kapan Anda mengenal Anwar Hafid?

Saya dan beliau sebenarnya sahabat lama. Waktu saya menjabat direktur RSUD Undata, otomatis sering berkunjung ke daerah. Saat itu beliau berstatus bupati Morowali. 

Ketika saya bertugas sebagai kepala dinas kesehatan Sulteng, lebih banyak lagi kunjungan ke Bungku. Itu jelang akhir jabatan beliau sebagai bupati Morowali periode kedua. 

Apa alasan Anwar Hafid memilih Anda?

Saya belum pernah menanyakan alasan beliau. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke Pak Anwar. Haha (tertawa). 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Dr. H. Anwar Hafid, M.Si (@anwarhafid14)

Bagaimana kans Anda di bursa Pilkada 2024?

Animo masyarakat sangat tinggi, baik yang di Kota Palu maupun Sulteng. Banyak yang menghubungi dan bersedia membantu (jadi relawan pemenangan). 

Selain itu, alhamdulillah, pada akhir April 2023, hasil penilaian salah satu lembaga survei menunjukkan bahwa ketika Pak Anwar dipasangkan dengan saya, nilainya cukup signifikan. 

Selain Anwar Hafid, apakah ada kandidat lain yang berkomunikasi dengan Anda?

Pak Hidayat Lamakarate, tapi saya anggap hanya bercanda saja. Ada Pak Hidayat (mantan wali kota) juga sempat foto bersama. Itu juga sempat viral juga di media sosial. 

Bukan berarti para tokoh ini tidak bagus. Teman-teman juga pasti tahu, kami berasal dari Lembah Palu. Tentu kans berpasangannya sulit.

Catatan redaksi: Ada kecenderungan pasangan yang berkompetisi di Pilkada Sulteng merupakan representasi daerah Lembah Palu dan Sulawesi bagian timur.

Anda juga tidak mempersoalkan posisi sebagai calon wakil gubernur?

Intinya saya tidak pernah ambisius. Jadi dokter spesialis masih bisa. Haha (tertawa).

Almarhum papa (Abdul Aziz Lamadjido) berpesan kepada saya: Ketika akan membuat keputusan atau menerima keputusan, lakukanlah salat istikharah. Dan ambilah pilihan berdasarkan hati nurani.

Bagaimana dengan dukungan internal PKB kepada Anda?

PKB Sulteng mendorong saya maju di provinsi. Sementara PKB Palu minta maju sebagai wali kota.

Berarti Anda memang sudah menutup kans untuk maju sebagai wali kota?

Lagi-lagi soal etika. Kalau saya maju, ada risiko saling menyakiti di antara kedua belah pihak. Saya tidak mau itu. Saya cuma mau hubungan harmonis. Saya hanya ingin nantinya berpisah secara baik-baik dengan beliau.

Jadi Anda sepertinya sudah punya jawaban pasti soal arah politik jelang Pilkada 2024?

Tentu saya akan menjawab dengan pernyataan yang sama "naik kelas". Bersama siapa? Tentu dengan Pak Anwar. Tidak bisa sembunyi lagi. Dan saya juga mau menghargai beliau.

Bagaimana Anda melihat hubungan Demokrat dan PKB, terutama di Sulteng? Mungkinkah terjalin koalisi?

Belum lama ini, ketua umum PKB berjumpa ketua umum Partai Demokrat, dan Pak SBY. Saya berharap hubungan harmonis ini bisa berlanjut di tingkat daerah. 

Tetapi, baik saya maupun Pak Anwar belum mau sesumbar untuk deklarasi, sebelum konsolidasi internal, dan antarpartai resmi memutuskan arah politiknya.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
25
Jatuh cinta
0
Lucu
1
Sedih
0
Kaget
1
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - 500 karya seniman Sulteng dijanjikan Pencatatan Hak Cipta gratis
500 karya seniman Sulteng dijanjikan Pencatatan Hak Cipta gratis
Pencatatan hak cipta gratis bagi karya-karya para seniman Sulteng akan berlangung saat penyelenggaraan Festival Danau…
TUTURA.ID - Menanti penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca alias hujan buatan di Sulteng
Menanti penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca alias hujan buatan di Sulteng
Beragam ikhtiar dilakukan untuk menurunkan hujan saat musim kemarau panjang seperti ini. Salah satunya menggunakan…
TUTURA.ID - Menilik kontribusi Hengjaya Mineralindo di Morowali
Menilik kontribusi Hengjaya Mineralindo di Morowali
Perusahaan berusaha menepis stigma aktivitas pertambangan nikel yang kerap menepikan warga lokal dan keselamatan para…
TUTURA.ID - Buntut pelepasan lahan yang jadi klaim PT ANA di Morowali Utara
Buntut pelepasan lahan yang jadi klaim PT ANA di Morowali Utara
Hasil mediasi terkait konflik lahan yang melibatkan PT ANA dengan warga dinilai berat sebelah. Penyelesaian…
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng