Terobosan menjadikan jepa camilan kekinian
Penulis: Mughni Mayah | Publikasi: 25 Agustus 2023 - 00:30
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Terobosan menjadikan jepa camilan kekinian
Beberapa mahasiswa memamerkan produk Jepachips di salah satu acara EXPO di Kota Palu. (Foto: dokumentasi pribadi/ Mita)

Sensasi renyah meledak dalam mulut. Ada bumbu yang rasanya kuat membalut pipihan keripik yang terbuat dari olahan singkong dan kelapa.

Itulah kesan dari rasa Jepa Chips, keripik berbahan baku jepa, makanan tradisonal yang kerap disantap nelayan Mandar usai melaut. Jepa juga kerap menjadi makanan pokok sehari-hari Suku Mandar.  

Sepintas olahan pembuatan jepa mirip dange atau tabaro dari sagu yang dimasak dengan tambahan lauk ikan di atasnya. Proses memasaknya juga menggunakan piring dan tungku yang terbuat dari tanah liat. 

Namun, jepa khas Mandar ini berasal dari parutan singkong dan kelapa yang dikeringkan tanpa tambahan lauk.

Hanya cara memasaknya seperti dange. Lidah orang Mandar menyebutnya panjepanga. Biasanya disajikan bersama ikan dan sayur berkuah.

Di tangan Mita Aulia Azizah (20), mahasiswa di Universitas Tadulako, jepa diubah menjadi keripik kekinian dengan jenama Jepa Chips.

Ide menghasilkan inovasi ini sesungguhnya sudah hinggap kala Mita masih bersekolah di SMAN 1 Pasangkayu.

Produk keripik berbahan Jepa yang diberi nama sebagai Jepa Chips.(Foto: Mughni Mayah/Tutura.Id)

Saat duduk di kelas XII, Mita bersama seorang kawannya, Maharani, mengikuti lomba Festival Inovasi dan Kewirausahan Siswa Indonesia (FIKSI). Lalu muncul ide menjadikan jepa sebagai makanan favorit anak muda.

Menurut Mita, jepa kurang diminati oleh rekan-rekan sebayanya. Namun, pikir Mita, bila diolah menjadi camilan mungkin bisa mengubah keadaan.

Pasalnya jepa termasuk makanan yang cenderung tak tahan lama. Bentuk dan rasanya menjadi keras setelah berhari-hari.

Ikhtiar pertama yang dilakukannya dengan mengukus dan mengolah jepa laiknya frozen food. Usaha ini tak berhasil lantaran membuat jepa terasa kurang enak.

Setelah beberapa kali percobaan gagal, Mita terpikir menggoreng jepa agar renyah. Caranya jepa dibuat dengan irisan tipis dan dibumbui berbagai rasa.

Ternyata usaha kali ini lebih pas di lidah. Eureka, lahirlah produk keripik jepa yang dinamakannya Jepa Chips.  

"Beberapa kali gagal percobaan, tapi kami coba goreng. Eh, tenyata enak dan bisa tahan berbulan-bulan," tutur Mita kepada Tutura.Id pada Kamis (24/8/23).

Walaupun naskah proposalnya telah dikirim untuk mengikuti lomba, inovasi jepa menjadi keripik ini belum memenangkan lomba FIKSI.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by PKM-K 2023 | Keripik Jepa Mandar (@jepachips)

Saat berstatus mahasisiwi di Universitas Tadulako. Mita kembali mengikutkan inovasi Jepa Chips di Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang berlangsung Februari 2023.

Menurutnya produk olahan ini memiliki potensi untuk mengangkat keberlangsungan makanan lokal di kampung halamannya.

Usahanya kali ini berhasil. Produk Jepa Chips dinyatakan lolos hingga beroleh pendanaan untuk produksi.

Mita lantas merekrut dan membentuk tim beranggotakan lima orang mahasiswa Universitas Tadulako dari berbagai fakultas.

Mita dan timnya membeli jepa setengah jadi langsung dari pedagang tradisional di kampung halamannya Dusun Tanjung Babia, Kecamatan Pasangkayu, lalu mengolahnya menjadi Jepa Chips di Kota Palu.

Sebagai produk baru, Mita dkk. rajin mengikuti beberapa acara kewirausahaan dan membuka stan di berbagai pameran.

Untuk meningkatkan penjualan, varian Jepa Chips dihadirkan aneka rasa, ada rasa jagung bakar, cokelat, dan balado.

Kini beberapa pelanggannya sudah menjadikan Jepa Chips oleh-oleh khas Mandar untuk dibawa ke daerah lain. 

Mita pernah memproduksi hingga 60 bungkus sekali pesanaan. Harga Jepa Chips dibanderol Rp15 ribu per bungkus untuk kemasan 100 gram.

Stan Jepachips mendapat kunjungan dari para pembeli. Kebanyakan konsumen keripik ini berasal dari kalangan anak muda. (Foto: dokumentasi pribadi/Mita)

Bentuk pelestarian makanan lokal

Menurut Mita, jepa tradisional di kampung halamannya dianggap tak menarik di tengah persaingan industri camilan masa kini.

Olehnya, Mita menargetkan produk Jepa Chips bisa menembus pasar lebih luas agar lebih banyak dikenal orang. Sehingga makanan khas daerahnya bisa tetap lestari.

"Jepa biasanya di Pasangkayu kebanyakan orang-orang tua yang makan, sekarang Alhamdulillah sudah banyak teman-temanku yang pesan Jepa Chips," ungkapnya.

Lala (21), mahasiswa UIN Datokarama Palu asal Pasangkayu, mengaku dulunya tak begitu meminati makanan tradisional ini. Padahal di kampung halamannya jepa menjadi makanan pokok.

Inovasi Jepa Chips yang membuat dirinya kemudian suka menikmati camilan ini. “Saya sukanya varian balado yang ada pedis-pedisnya," ujar Lala.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
11
Jatuh cinta
1
Lucu
1
Sedih
0
Kaget
0
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Serba-serbi Kampung Baru Fair 2023
Serba-serbi Kampung Baru Fair 2023
Pengunjung dan pengisi stan Kampung Baru Fair 2023 berharap acara ini jadi agenda rutin yang…
TUTURA.ID - Tabaro dange, panganan berbahan sagu khas Kaili
Tabaro dange, panganan berbahan sagu khas Kaili
Tabaro dange jenis kuliner khas nan unik dari Tanah Kaili. Ia bisa jadi makanan utama;…
TUTURA.ID - Menengok tumbuh kembang peminat cosplay di Palu
Menengok tumbuh kembang peminat cosplay di Palu
Para penyuka cosplay tak sekadar berkumpul menyalurkan hobi, tapi juga melatih kreatifitas yang bisa mendatangkan…
TUTURA.ID - Mengenal ulat sagu yang kaya nutrisi dalam makanan tradisional Sulawesi Tengah
Mengenal ulat sagu yang kaya nutrisi dalam makanan tradisional Sulawesi Tengah
Sempat viral karena menjadi bekal lauk siswa SD, ulat sagu lazim dikonsumsi sebagai lauk di…
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng