Upaya Sikola Mombine mendorong kepemimpinan perempuan di Sulteng
Penulis: Grefi Marchella | Publikasi: 28 Oktober 2022 - 17:40
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Upaya Sikola Mombine mendorong kepemimpinan perempuan di Sulteng
Jambore Kepemimpinan Perempuan di Museum Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (27/10/2022) - (Foto: Sikola Mombine)

Yayasan Sikola Mombine menyelenggarakan Jambore Kepemimpinan Perempuan Sulteng 2022 di Museum Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (27/10/2022). Kegiatan ini menghadirkan 200 perempuan pemimpin dari enam daerah tingkat II di Sulteng, yakni Palu, Sigi, Donggala, Parigi, Poso, dan Tojo Una-Una.

Mereka yang turut serta dalam jambore ini merupakan para alumni Balai Belajar Perempuan, sebuah program yang diprakarsasi oleh Sikola Mombine. Program itu sudah punya 30 pusat belajar yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid turut hadir dalam momen jambore. Di hadapan peserta Jambore, Hadi mengakui bahwa kontribusi perempuan sangat dibutuhkan dalam pembangunan dan pengembangan daerah. 

“Era saat ini sangat terbuka, dan kesempatan kaum perempuan menjajal berbagai sektor pun sangat berpeluang. Di era ini banyak perempuan menduduki jabatan strategis di pemerintahan maupun swasta," kata Hadi.

Hadi juga sebut beberapa nama perempuan yang kini menempati posisi-posisi penting di Sulawesi Tengah. Di Pemerintah Kota Palu, sebut Hadi, ada dua perempuan yang menempati posisi posisi strategis, yakni Wakil Wali Kota, Reny Lamadjido dan Sekretaris Daerah, Irmayanti Pettalolo.

Meski ada kemajuan, Sikola Mombine mencatat bahwa masih tersisa sejumlah pekerjaan rumah untuk mendorong keterlibatan perempuan--terutama dalam politik lokal Sulteng. Sebagai contoh, cita-cita keterwakilan 30 persen perempuan di parlemen yang belum terwujud. Di parlemen Sulteng, misal, keterwakilan perempuan dari hasil Pemilu 2019 hanya 26,6 persen.

Situasi macam inilah yang antara lain membuat Sikola Mombine aktif mendorong kepemimpinan perempuan. 

“Kami fokus menyusun program-program untuk mendorong kepemimpinan perempuan. Misalnya Balai Belajar Kampung di enam kabupaten/kota, guna mendorong advokasi kebijakan yang responsif gender dan penguatan ekonomi perempuan Sulawesi Tengah,” ujar Direktur Program dan Kemitraan Sikola Mombine, Fira Tiyasning Tri Utari (39).

Jambore Kepemimpinan Perempuan Sulteng 2022 juga ditandai dengan penandatanganan pakta integritas dari tujuh partai politik. Pakta itu memuat komitmen untuk mendukung hak partisipasi perempuan dalam kontestasi politik. Tujuh partai yang turut teken pakta ialah PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai NasDem Gerindra, PKB, Partai Hanura, dan PSI.

Ada pula seremoni pembacaan naskah “Perempuan Awasi Pemilu”. Naskah yang dibacakan oleh 200 perempuan pemimpin itu merupakan bagian dari kerjasama antara Sikola Mombine dengan Badan Pengawas Pemilu Sulteng. Isinya memuat komitmen Sikola Mombine untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif Pemilu 2024.  

Momen penting lain dalam jambore terjadi saat Wali Kota Hadi memenangkan lelang lukisan bertemakan pernikahan anak di zaman modern. Lukisan karya Situ Oktaviani (21) itu terlelang dengan nilai Rp5 juta.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
2
Jatuh cinta
0
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
0
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Cerita kesaksian pendamping korban kekerasan seksual
Cerita kesaksian pendamping korban kekerasan seksual
Empat praktisi bersaksi atas pengalaman mereka mendampingi korban kekerasan seksual. Tidak mudah. Keberpihakan kepada korban…
TUTURA.ID - Lovely Debora: Putri Danau Poso 2022, dan asa promosi pariwisata
Lovely Debora: Putri Danau Poso 2022, dan asa promosi pariwisata
Lovely Debora Tolembo bak hidup dalam mimpi masa kecilnya. Ia bisa ikut kontes kecantikan dan…
TUTURA.ID - Kaleidoskop 2023: Sosial Politik
Kaleidoskop 2023: Sosial Politik
Hiruk pikuk peristiwa dari ranah sosial politik terjadi sepanjang 2023. Kami merangkum beberapa di antaranya…
TUTURA.ID - Mencari keadilan bagi korban dalam kasus revenge porn
Mencari keadilan bagi korban dalam kasus revenge porn
Posisi korban yang masih abu-abu dalam penegakan hukum membuat Komunitas Rapotovea menggelar diskusi kelompok terpumpun.
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng