Kemenangan tipis hantar Persipal BU puncaki klasemen
Penulis: Anggra Yusuf | Publikasi: 13 Oktober 2023 - 13:57
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Kemenangan tipis hantar Persipal BU puncaki klasemen
Selebrasi para pemain Persipal BU usai Cheva Lala mencetak gol ke gawang Kalteng Putra (Foto: Anggra Yusuf/Tutura.Id)

Persipal BU memastikan kemenangan atas Kalteng Putra 1-0 di Stadion Gawalise, Kamis (12/10/2023) petang. Kemenangan tipis tersebut berhasil diraih melalui gol cepat yang dilesakkan Chris Cheva Lala. Penyerang berusia 18 tahun itu menjebol gawang lawan saat pertandingan baru memasuki menit ke-5.

Memanfaatkan bola lambung di area pertahanan Laskar Isen Mulang, julukan Kalteng Putra yang artinya pantang menyerah, upaya bek William Correia Silva menghalau bola liar tersebut salah diantisipasi oleh kiper Shahar Ginanjar. Chris Cheva berhasil memanfaatkan kesalahan tersebut dengan menceploskan bola ke dalam gawang yang telah kosong. 

Berbeda saat menjamu Sulut United yang berkesudahan dengan skor 3-1, dalam pertandingan kandang kedua kali ini pelatih Bambang Nurdiansyah tampak mengubah struktur permainan.

Coach Banur, sapaan akrab Bambang, menempatkan Moh. Said dan Yeter Amosoho sebagai double pivot. Sementara koridor sayap diisi oleh Engelbert Sani di kiri dan Moh. Rifal di kanan.

Barisan pertahanan dipercayakan kepada kuartet Jahanbahksh Taher, Agim Fariansyah, Ragil Dimas, dan Rendi Saputra sebagai kapten tim. Duo Chris Cheva Lala dan Irvan Mofu menjadi juru gedor di lini depan. 

Sementara kubu lawan turun dengan formasi 4-3-3. Trio Osas Saha, Guy Junior, dan Arhando Oropa diturunkan sebagai penyerang. Skema ofensif ini diterapkan pelatih Jafri Sastra untuk mencuri poin di kandang Persipal BU demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Ketika peluit tanda mulainya pertandingan dibunyikan oleh wasit Ridwan Pahala, Kalteng Putra langsung mengambil inisiatif serangan.

Sistem high pressing langsung mereka terapkan, terutama pada 15 menit babak pertama, memanfaatkan struktur organisasi Persipal BU yang belum terkoordinasi dengan sempurna.

Hasilnya beberapa kali pemain kubu tamu mampu menginisiasi serangan dan melepaskan tendangan yang mengancam gawang Ramadhan, kiper andalan Persipal BU.

Aksi penyerang Moh. Rifaldi yang masuk menggantikan Chris Cheva Lala (Foto: Anggra Yusuf/Tutura.Id)

Fase bertahan dan menyerang

Merespons strategi bermain tim tamu, Persipal BU memilih bermain reaktif. Rendi dkk. tampak nyaman bermain medium blok sambil menunggu momentum untuk ganti melakukan serangan balik.

Saat menyerang, Persipal BU terlihat menggunakan struktur 4-2-4. Engelbert Sani dan Moh. Rifal merangsek lebih ke depan mengisi pos penyerang sayap, sekaligus memaksimalkan lebar lapangan. Ini membuat lini depan Laskar Tadulako tidak kalah jumlah dengan pemain bertahan Laskar Isen Mulang.

Ketika sedang tidak menguasai bola, Persipal BU cenderung membiarkan Kalteng Putra melakukan sirkulasi bola dalam areanya sendiri yang dimulai dari lini belakang. Tugas Moh. Said dan Yeter berusaha menutup akses umpan menuju lini tengah Kalteng Putra.

Sementara Sani dan Rifal yang bertanggung jawab di sisi kiri dan kanan lapangan melakukan penjagaan model satu lawan satu (man marking) terhadap sayap Kalteng Putra. 

Bila dalam situasi bertahan, Coach Banur akan menginstruksikan anak asuhnya untuk menggunakan skema 4-2-3-1, atau 4-4-2, tergantung aliran bola Kalteng Putra.

Agim Fariansyah yang berperan sebagai bek sayap cukup disiplin membantu serangan dan menjaga areanya. Meski sering overlap alias merangsek ke depan, Agim cukup bijak dalam menentukan kapan harus mundur untuk menjaga sisi kanan pertahanan sisi demi mengantisipasi serangan balik. Otomatis arah serangan lawan yang sering mengeksploitasi wilayahnya bisa ia redam.

Anak asuh Bambang Nurdiansyah, terutama pada babak pertama, cukup cerdik dalam menentukan kapan harus menekan dengan intensitas dan garis pertahanan medium hingga tinggi. Pun kapan harus bermain pasif menunggu di area pertahanan sendiri.

Fokus high press Persipal BU diarahkan untuk menutup akses umpan menuju gelandang Kalteng Putra. Jebakan pressing juga kerap dilakukan demi memaksa aliran bola bergerak ke sisi sayap (flank). Posisi tersebut membuat opsi pemain melakukan umpan cuma sedikit karena okupansi wilayahnya terbatas.

Kalteng Putra bukannya tidak berusaha keluar dari tekanan yang dilakukan Persipal BU. Buktinya Otavio Dutra dkk. kerap melakukan umpan silang ke sisi berlawanan guna mengatasi pressing trap yang dilakukan kubu tuan rumah. Strategi tersebut juga berfungsi untuk mengacaukan organisasi pertahanan lawan.

Pembacaan permainan dan antisipasi gemilang yang dilakukan barisan pertahanan Laskar Tadulako berhasil menggagalkan serangkaian umpan silang tadi.

Barisan pertahanan Persipal BU sigap mengantisipasi gelombang serangan Kalteng Putra (Foto: Anggra Yusuf/Tutura.Id)

Kepemimpinan wasit jadi sorotan

Walaupun secara organisasi permainan tampil lebih baik dibandingkan tamunya, sebenarnya kubu tuan rumah bermain tidak terlalu istimewa.

Selama jalannya babak pertama, Persipal BU hanya berhasil melakukan satu tembakan mengarah ke gawang Kalteng Putra. Sebuah tembakan yang berbuah satu-satunya gol dalam pertandingan ini.

Memasuki babak kedua, Persipal BU dan Kalteng Putra terlihat jelas menurunkan intensitas serangan. Situasi ini disebabkan oleh stamina. Tambah lagi harus bermain di bawah terik matahari yang menyengat.

Hal tersebut diakui Bambang Nurdiansyah. “Masalah long passing yang selalu berhasil direbut pemain lawan. Begitu-begitu terus itu bikin capek,” ucap Coach Banur saat konferensi pers usai pertandingan.

Selain stamina, sorotan lainnya lagi-lagi mengarah soal kepemimpinan wasit. Eko Tamami selaku asisten pelatih Kalteng Putra menyebut keputusan Ridwan Pahala tidak tegas dan berat sebelah.

“Tidak fairplay. Kami akan laporkan ini kepada Komisi Disiplin. Seharusnya pemain Persipal (Agim Firmansyah, red.) dapat kartu merah. Pelanggarannya sangat fatal, tapi karena sudah dapat kartu kuning jadinya wasit kasih pengampunan. Itu yang tidak baik," sambung Eko. 

Jalannya pertandingan kedua tim yang disaksikan 3800 penonton ini dihiasi total tujuh kartu kuning. Kubu tuan rumah mendapatkannya dari Moh. Said, Agim, Ragil, dan Engelberd Sani. Sementara Nozim Babadzhanov dan Moh. Rivaldi tercatat dari tim tamu.

Berkat kemenangan tipis ini, Persipal BU untuk sementara memuncaki klasemen Group 4 dengan perolehan 8 poin hasil dari dua kali kemenangan, dua kali seri, dan sekali kalah. Sementara Kalteng Putra terperosok menghuni posisi keenam.

Laga berikutnya pada 19 Oktober, Persipal BU kembali akan menjamu wakil dari Pulau Kalimantan. Kali ini giliran Persiba Balikpapan, penghuni peringkat ketujuh alias dasar klasemen, yang jadi rival.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
1
Jatuh cinta
0
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
0
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Ahmad Ali bukan Alex Ferguson; Timnas AMIN bukan Real Madrid 
Ahmad Ali bukan Alex Ferguson; Timnas AMIN bukan Real Madrid 
Alih-alih bak Sir Alex atau Manchester United di masa keemasan, situasi Timnas Amin dan Ahmad…
TUTURA.ID - Proses menuju kursi ketua umum PSSI
Proses menuju kursi ketua umum PSSI
Ada banyak nama coba peruntungan mendaftar jadi pengurus inti PSSI periode 2023-2027, mulai dari tokoh sepak…
TUTURA.ID - Persipal menjaga asa di Stadion Gawalise
Persipal menjaga asa di Stadion Gawalise
Klub kebanggaan warga dari kota berjuluk Mutiara di Khatulistiwa ini berhasil menaklukkan perlawanan skuad Mutiara…
TUTURA.ID - Rekor belum terkalahkan Persipal BU masih bertahan
Rekor belum terkalahkan Persipal BU masih bertahan
Persipal BU ditahan imbang Putra Delta Sidoarjo dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia Grup C…
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng