Bursa calon gubernur Sulteng 2024; Siapa berpeluang kuat?
Penulis: Robert Dwiantoro | Publikasi: 28 Februari 2024 - 18:00
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Bursa calon gubernur Sulteng 2024; Siapa berpeluang kuat?
Siapa berpeluang maju sebagai calon gubernur (cagub) Sulteng 2024? | Asset: Google Street View

Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah periode 2024-2029 baru akan dilaksanakan pada 27 November. Namun, sejumlah figur yang bakal jadi calon sudah ramai dibicarakan kurun sepekan terakhir.

Dengan memperhatikan beberapa aspek seperti rekam jejak politik, status di partai politik (parpol), hingga perkiraan perolehan kursi di DPRD Sulteng hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, ada enam politisi yang dinilai kuat bisa masuk sebagai kandidat Sulteng 1.

Rusdy Mastura, Gubernur Sulteng 2021-2024, mungkin jadi salah satu nama paling populer saat ini. Walau sempat mengalami gangguan kesehatan, pria yang karib dengan sapaan Cudy ini mengisyaratkan keinginannya kembali bertarung di Pemilihan gubernur (Pilgub) mendatang.

“Saya sebenarnya malu karena usia saya sudah tua. Tapi kalau dorongan terlalu kuat, apa boleh buat saya maju,” ujar Cudy mengutip TribunPalu.com (3/10/2023).

Niatan mantan wali kota Palu 2005-2015 itu tak bertepuk sebelah tangan. Terbukti di beberapa warung kopi (warkop) di Kota Palu, baliho bergambar Cudy terpampang lengkap dengan tagar sangganipa bossku yang bermakna "sekali lagi, bosku".

Tetapi, Cudy bukan satu-satunya kader partai besutan Prabowo Subianto yang memiliki niat kembali maju di Pilgub Sulteng. Ada Mohammad Hidayat Lamakarate, sosok yang menjadi lawan politik Cudy di Pilkada Sulteng 2020.

Rusdy Mastura (kanan) dan Mohammad Hidayat Lamakarate (kiri), dua kader Partai Gerindra isyaratkan maju Pilkada Sulteng 2024 | Asset: Instagram @rusdy_mastura & @hidayatlamakarate

Sekadar pengingat, saat pilkada edisi sebelumnya, Cudy maju dengan status sebagai kader Partai NasDem—yang kemudian menjadi parpol pemimpin koalisi—bersama Golkar, PKB, PPP, PKS, Hanura, Perindo, PAN, dan Demokrat yang bergabung paling akhir.

Sementara Hidayat disokong Gerindra dan PDI Perjuangan, serta beberapa parpol nonparlemen.

Hasilnya, Cudy yang berpasangan dengan Ma’mun Amir menang dengan perolehan 891.334 suara (60%). Adapun Hidayat dan Bartholomeus Tandigala harus puas dengan capaian 604.033 suara (40%).

Tetapi, kurang lebih dua tahun pascapilkada, terjadi dinamika politik yang membuat Cudy memutuskan berpisah dengan Partai NasDem. Cudy lalu memilih menyeberang ke Gerindra pada tahun 2023.

Opsi yang diambil Cudy itu seolah dijawab dengan ramainya baliho Hidayat dengan narasi  “Insya Allah Gubernur Sulteng 2024” yang bersaing dengan alat peraga kampanye ribuan kandidat peserta Pemilu 2024 di Sulteng.

Mantan sekretaris daerah provinsi (sekdaprov) ini bahkan telah pasang kuda-kuda andai partainya tak memihak dirinya.

“Di pilkada ke depan, kalau ternyata Pak Cudy yang memakai Partai Gerindra, barulah pada saat itu saya akan menyatakan sikap kepada Pak Longki Djanggola sebagai ketua DPD dan pengurus. Saya akan pamit dan mau cari jalan lain,” kata Hidayat dalam sebuah wawancara dengan Tutura.Id (11/7/2023).

Tetapi, kans Hidayat untuk kembali maju dari Gerindra sepertinya bakal sulit lantaran petinggi Gerindra Sulteng lebih melirik Cudy. 

Pun, sejauh ini dalam real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), Gerindra cuma berpeluang mendulang tujuh kursi DPRD Sulteng. Artinya mereka perlu mencari tambahan minimal empat kursi lagi demi menggenapi tiket pencalonan 20% dari 55 kursi DPRD.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Tutura Indonesia Media (@tutura.id)

Duo elite Golkar Sulteng

Nama lain yang juga santer terdengar adalah dua elite Golkar di Sulteng, yaitu Mohammad Arus Abdul Karim (Wakil Ketua DPRD Sulteng) dan Mohamad Irwan (Bupati Sigi).

Dalam agenda Rapat Kerja Daerah Partai Golkar Sulteng dua tahun silam, 13 ketua Golkar daerah kompak merekomendasikan Arus sebagai kandidat gubernur Sulteng untuk Pilkada 2024.

Melalui Sekretaris Golkar Sulteng, Amran Bakir Nai, Arus dengan tegas menyatakan kesediaannya maju.

“Pak Arus Abdul Karim menyatakan siap untuk maju menjadi calon gubernur Sulteng pada Pemilu tahun 2024, dan Partai Golkar sudah menyiapkan seluruh infrastruktur untuk mendukung Arus Abdul Karim menjadi calon Gubernur,” terang Amran melansir kabarselebes.id (12/8).

Tak hanya itu, secara institusi kepartaian, posisi Arus jauh lebih menguntungkan dibanding Iwan Lapatta—panggilan akrab Mohamad Irwan.

Berstatus ketua Golkar Sulteng, tentu Arus punya kendali penuh merekomendasikan kader kepada petinggi Golkar pusat untuk maju di Pilkada Sulteng, termasuk dirinya.

Apalagi sesuai penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Golkar berpeluang menjadi pemenang Pemilu 2024 di Sulteng dan mengunci delapan kursi di DPRD.

Hanya saja, kans Arus untuk maju dari partai beringin justru bertepuk sebelah tangan.

Pada 21 November 2023—dua bulan sebelum Pemilu 2024—Airlangga Hartarto (Ketua Umum) dan Lodewick F. Paulus (Sekretaris Jenderal) malah menugaskan Iwan Lapatta sebagai bakal calon gubernur (bacagub) Sulteng.

Warkat penugasan kepada ketua Golkar Sigi itu itu bak gayung bersambut air. Sebab, beberapa bulan sebelumnya Iwan memang berharap penuh agar partai memilihnya.

“Saya sudah ketemu dengan Kak Arus (Ketua Partai Golkar Sulteng). Secara lisan, beliau mempersilakan kepada saya untuk jalan terus. Insya Allah, saya dapat restu Partai Golkar untuk Pilkada Sulteng 2024,” tutur Iwan Lapatta kepada Tutura.Id (11/6/2023).

Sebagai bentuk keseriusannya, ketua Kosgoro Sulteng itu mulai mempromosikan dirinya lewat sejumlah baliho dari tagar “Mengabdi Untuk Sulteng” yang kemudian berubah menjadi “Menuju Pilgub Sulteng 2024”.

Selain itu, Iwan Lapatta beberapa kali melakukan safari politik ke sejumlah daerah yang notabene menjadi basis parpol kandidat lainnya.

Sekalipun punya kans kuat menyandang status pemenang, Golkar tetap harus mendapat dukungan tambahan paling sedikit tiga kursi lagi. Pasalnya syarat maju wajib punya 11 kursi DPRD Sulteng.

Dengan situasi itu, Arus dan Iwan Lapatta tak mungkin berlayar dengan perahu politik yang sama jika bersikukuh untuk maju. 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. H. Anwar Hafid, M.Si (@anwarhafid14)

Figur representasi Sulteng bagian timur

Perlu diketahui, dalam konteks Pilkada Sulteng, kemenangan selalu berpihak kepada pasangan yang merepresentasikan wilayah Lembah Palu dan Sulteng bagian timur.

Ambil contoh, Longki Djanggola dan Sudarto (alm.), yang menang di Pilkada 2010 dan 2015. Atau Cudy-Ma’mun di Pilkada 2020.

Berbeda dengan Cudy, Hidayat, Arus, dan Iwan Lapatta yang berasal dari Lembah Palu—meliputi Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong—dua politisi selanjutnya dalam bursa ini boleh dibilang sebagai representasi Sulteng bagian timur yang paling potensial maju sebagai cagub.

Keduanya merupakan rekan sepermainan sekaligus saudara yang berasal dari kampung yang sama di Wosu, Bungku Barat, Morowali. Mereka adalah Anwar Hafid dan Ahmad Ali, dua anggota DPR-RI 2019-2024 dari daerah pemilihan (dapil) Sulteng.

Gagal bertanding di Pilkada Sulteng 2020, tak bikin Anwar putus asa. Ia kembali bertekad untuk bisa berlaga sebagai cagub di pilgub mendatang.

Sebagai langkah awal, Anwar telah meminang Reny Lamadjido, Wakil Wali Kota Palu sekaligus kader PKB, sebagai bakal calon wakil gubernur (bacawagub).

Bahkan sejauh ini, baru Anwar dan Reny dari sekian banyak kandidat yang telah memilih pasangannya dan kerap terlihat bersama dalam agenda politik.

Kombinasi dua politisi berlatar belakang birokrat ini juga dianggap sebagai keterwakilan Lembah Palu maupun Sulteng bagian timur.

Bila melihat hasil sementara real count KPU, partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono berpeluang mengamankan delapan kursi DPRD Sulteng, sedangkan partainya Abdul Muhaimin Iskandar dapat mengunci lima kursi.

Berstatus ketua Demokrat dan elite PKB Sulteng, tak sulit rasanya bagi Anwar maupun Reny untuk menggabungkan 13 kursi yang setara 23,68% dari syarat pencalonan minimal 20% kursi.

Teranyar ada Ahmad Ali yang digadang-gadang bakal bertarung dalam Pilgub Sulteng 2024.

Isu Ali bakal maju sebagai cagub diawali unggahan poster digital Kawan Ahmad Ali bernarasi “Berjuang Bersama Rakyat Sulteng 2024”. Sontak gosip politik ini jadi omongan media massa maupun warganet.

Bermodal kemenangan beruntun di Pileg 2019 dan Pilkada Sulteng 2020, hampir mustahil bila NasDem maupun Ali tak mempertahankan posisinya di Pilkada Sulteng 2024.

Apalagi sosok wakil ketua umum NasDem itu telah memberikan sinyal kuat. “Besar kemungkinan saya akan turun di Pilkada Sulteng,” kata Ali saat dihubungi Tutura.Id (22/2/2024).

Pun bila berhitung, hanya Ali yang notabene kader NasDem berada di level teratas di Sulteng dan bisa bersaing dengan kandidat lainnya.

Itu terbukti dari kepiawaian Ali menarik gerbong besar di Pilkada Sulteng lalu hingga dipercaya mendampingi Anies Baswedan sebagai capres dalam sejumlah kampanye. Ali juga menjadi pelatih kepala tim pemenangan Anies-Muhaimin dalam Pilpres 2024.

Meski langkah Ali terbilang berat menuju Senayan dari dapil DKI Jakarta 1, sebab perolehan suara NasDem berada di urutan delapan dari kuota enam kursi, kans Ali di Pilkada Sulteng justru terbuka lebar.

Apalagi sejak 2009, dari mulai berstatus anggota DPRD Morowali, Ali hampir tak pernah jeda lama dari jabatan politik di lembaga negara hingga saat ini.

Di Pilkada Sulteng mendatang, rasanya mudah bagi Ali untuk menarik kursi DPRD Sulteng dari parpol lainnya agar NasDem kembali berlaga. Dari prediksi tujuh kursi milik NasDem, Ali hanya perlu mencari paling sedikit empat kursi lagi.  

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
14
Jatuh cinta
1
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
0
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Aroma dinasti politik jelang Pemilu 2024 di Sulteng
Aroma dinasti politik jelang Pemilu 2024 di Sulteng
Partai peserta pemilu telah mendaftarkan bacaleg ke KPU. Di Sulteng aroma dinasti politik pun menguat.…
TUTURA.ID - Hidayat Lamakarate: Kalau sekadar calon gubernur, untuk apalagi?
Hidayat Lamakarate: Kalau sekadar calon gubernur, untuk apalagi?
Hidayat Lamakarate menatap Pilkada Sulteng 2024 dengan penuh optimisme. Slogannya, "Insya Allah Gubernur 2024." 
TUTURA.ID - Cita-cita Partai Demokrat mengulang kejayaan
Cita-cita Partai Demokrat mengulang kejayaan
AHY menyebut bahwa Anwar Hafid pantas jadi gubernur Sulteng. Anwar pun berharap AHY bisa menjadi…
TUTURA.ID - Pasang surut relasi Ahmad Ali dan Rusdy Mastura
Pasang surut relasi Ahmad Ali dan Rusdy Mastura
Ahmad Ali membantah isu ketegangan politik antara dirinya dengan Rusdy Mastura. Katanya, isu ini diembuskan…
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng