Musabab kebakaran berulang di Pasar Masomba
Penulis: Robert Dwiantoro | Publikasi: 21 April 2024 - 19:09
Bagikan ke:
TUTURA.ID - Musabab kebakaran berulang di Pasar Masomba
Ratusan warga sedang menyaksikan aksi Damkarmat Palu memadamkan kebakaran di Pasar Masomba, Palu (19/4/2024) | Foto: Tutura.Id/Anggra Yusuf

Peristiwa kebakaran untuk kesekian kalinya terjadi di kompleks Pasar Masomba, Jalan Tanjung Manimbaya, Tatura Utara, Palu Selatan. Peristiwa teranyar terjadi Jumat (19/4/2024) malam, sekitar pukul 23.02 Wita.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Palu, api melalap sekitar 40 petak los pedagang.

Tujuh unit Damkarmat Palu beranggotakan kurang lebih 70 personel didukung satu unit Rescue Direktorat Samapta Polda Sulteng, dan satu unit Badan Penanggulangan Bencana Palu berhasil memadamkan si jago merah pada pukul 01.21 Wita. 

Hanya saja, tak ada kejelasan mengenai penyebab pasti kebakaran tersebut. Sejauh ini dugaan lebih mengarah karena hubungan arus pendek listrik yang menyebabkan munculnya percikan api. Adapun kerugian diprediksi mencapai Rp500 juta.

Sekadar catatan, pasar tradisional yang berdiri pada tahun 1983 ini sudah tujuh kali mengalami kebakaran selama 16 tahun terakhir.

Pasar yang terletak di tengah daerah berjuluk "Kota Lima Dimensi" ini pertama kali terbakar pada 28 Desember 2008. Peristiwanya terjadi pukul 22.33 Wita.

Api bermula dari salah satu kios lalu merambat hingga ke ratusan kios lainnya. Tak ada laporan apa penyebab kebakaran atau berapa taksiran kerugian.

Dampak kebakaran paling parah boleh dibilang terjadi pada empat insiden berikutnya.

Kobaran api di tengah tiupan angin kencang pada sore hari, 16 Oktober 2009, menghanguskan hampir 270 lapak yang terbuat dari kayu dan papan. Dalam peristiwa ini, kerugian diperkirakan hingga miliaran rupiah.

Nahas berikutnya terjadi 24 Oktober 2012. Insiden memilukan pada dinihari tersebut menyebabkan lima orang tewas terpanggang

Mereka diduga terjebak dalam rumah kos yang ikut terbakar. Selain itu, lebih dari 100 pelapak kehilangan tempat berjualan saat insiden kebakaran terjadi. 

Lima tahun kemudian, si jago merah dua kali mengamuk di Pasar Masomba. Kejadian pertama terjadi 8 Agustus 2017. Dalam laporan warga, sumber api berasal dari kompor gas di salah satu warung yang ada dalam pasar.

Sementara informasi lain menyebut penyebabnya karena hubungan listrik arus pendek. Sebanyak 177 kios ludes terbakar, termasuk sejumlah bangunan permanen dengan taksiran kerugian sekitar Rp6 miliar.

Belum genap sebulan, api kembali melalap 260 kios pedagang, termasuk beberapa los penjual cakar (cap karung) pada 26 Agustus 2017. Pihak Damkarmat Palu menyebut kebakaran terindikasi lantaran hubungan arus pendek listrik.

Dua tahun lalu, api juga menghanguskan sejumlah lapak di dalam Pasar Masomba (30/11/2022). Butuh waktu lebih dari tiga jam untuk memadamkan kobaran api yang menyala di area yang didominasi tekstil itu. 

Imbasnya ada 141 lapak, 67 di antaranya bangunan permanen dan 24 petak nonpermanen milik Pemerintah Kota Palu, tak bisa lagi digunakan. Sedangkan 28 bangunan permanen dan 22 petak nonpermanen lainnya milik pedagang. 

Pihak Damkarmat Palu lagi-lagi menyebut penyebabnya karena dugaan korsleting listrik hingga adanya pemakaian alat elektronik tak berstandar nasional Indonesia (SNI).

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Tutura Indonesia Media (@tutura.id)

Mungkinkah ada unsur kesengajaan?

Meski telah berulang kali mengalami kebakaran, nyatanya penyelidikan ihwal penyebab kebakaran hanya sebatas dugaan korsleting listrik.

Cepatnya api meluas disebabkan kombinasi terpaan angin dan bahan-bahan bangunan los milik pedagang yang terbuat dari kayu, papan, atau tripleks. Belum lagi jualan berupa produk tekstil yang juga mudah tersulut api. 

Namun, seringnya titik kebakaran menimpa lokasi yang sama atau berdekatan menimbulkan tanda tanya publik, terutama di kalangan pedagang. Mungkinkah ada unsur kesengajaan? Kecurigaan itu setidaknya mewarnai tiga insiden kebakaran terakhir. 

Emil, misalnya, salah satu pedagang pakaian bekas yang turut terdampak kebakaran baru-baru ini, menduga ada unsur kesengajaan. Ia berdalih, kebakaran kerap terjadi di area yang sama. 

"Kita cuma menduga, kemungkinan ada yang sabotase karena hanya kompleks ini saja (yang terbakar, red.) dari tahun ke tahun," kata Emil mengutip Tribun Palu (20/4/2024). 

Adapun pada insiden sebelumnya (30/11/2022), salah satu saksi mata yang masih berjualan di luar pinggiran jalan, menyebut kalau kobaran api muncul dari salah satu toko pakaian. 

Kecurigaan paling kuat terjadi ketika kebakaran pada 26 Agustus 2017. Melansir Palu Ekspres (29/8/2017), seorang pedagang merasa aneh sebab waktu kejadian hampir persis dengan beberapa insiden sebelumnya. Terjadi saat jam-jam sepi. 

Tak hanya itu, sebelum kejadian ia beroleh informasi jika api muncul dari beberapa titik. Bahkan, sempat tercium aroma minyak tanah hingga botol bensin di bekas area yang terbakar. "Apakah sengaja dibakar atau tidak? Tidak tahulah. Cuma saya merasa aneh saja," ujar pedagang yang tak ingin namanya disebutkan. 

Atas insiden berulang ini, rasa-rasanya pihak berwenang perlu melakukan investigasi secara menyeluruh, terutama Pemkot Palu yang perlu menyiapkan rencana mitigasi. 

Pasalnya, kawasan pasar yang padat penduduk rentan bencana, termasuk kebakaran. Apalagi banyak orang menggantungkan hidupnya dari aktivitas yang terjadi di pasar. 

Wacana untuk merevitalisasi kawasan Pasar Masomba sebenarnya kerap muncul. Terakhir pada awal 2023. Seringnya terjadi musibah kebakaran dan besarnya volume sampah yang dihasilkan jadi alasan perlunya dilakukan revitalisasi.

Rencana tersebut selalu urung terealisasi karena Pemkot Palu masih belum menemukan titik temu dengan warga sebagai pemilik sebagian besar lahan di Pasar Masomba.

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?
Suka
0
Jatuh cinta
0
Lucu
0
Sedih
0
Kaget
1
Marah
0
Mungkin tertarik
TUTURA.ID - Mengenali praktik climate entrepreneurship di Sulawesi Tengah
Mengenali praktik climate entrepreneurship di Sulawesi Tengah
Dalam membangun bisnis, climate entrepreneurship tidak hanya fokus pada pertumbuhan usaha, tapi juga ekosistem yang…
TUTURA.ID - Menghidupkan ruang belajar bagi anak-anak kaki gunung
Menghidupkan ruang belajar bagi anak-anak kaki gunung
Komunitas Generasi Anak Teladan menggelar hajatan dalam rangka menciptakan ruang belajar dan literasi bagi anak-anak…
TUTURA.ID - Penatu yang memberdayakan tenaga manusia, ketimbang mesin
Penatu yang memberdayakan tenaga manusia, ketimbang mesin
Ada celah dalam mencuci pakaian menggunakan mesin. Olehnya, Londré Cuci Tangan hadir demi menjaga kualitas…
TUTURA.ID - Perairan Teluk Palu tercemar mikroplastik
Perairan Teluk Palu tercemar mikroplastik
Perairan Teluk Palu sudah tercemar mikroplastik rata-rata 112,6 partikel mikroplastik dalam 100 liter air. 
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng
TUTURA.ID - Darurat Kekerasan Seksual Di Sulteng